Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Apolonia Laratmase, mengajak masyarakat mencermati berbagai isu pemerintahan secara objektif dan tidak terjebak pada narasi yang dinilainya menyesatkan.
Laratmase menilai, dinamika politik di Tanimbar pasca Pilkada 2024 diwarnai oleh narasi yang cenderung menyederhanakan persoalan, sehingga berpotensi membentuk opini publik yang tidak utuh. Ia menyebut situasi tersebut dapat memunculkan “polusi informasi” yang mengaburkan substansi pembangunan demi kepentingan pragmatis.
Menurutnya, kritik yang berkembang di media massa maupun media sosial lebih banyak menggunakan pendekatan emosional dibandingkan argumentasi berbasis data dan fakta. Karena itu, ia mengingatkan agar kritik tetap mengedepankan objektivitas dan dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
“Kalau kritik tanpa data, itu bukan kontrol sosial, tapi justru merusak kepercayaan publik,” kata Laratmase.
Dalam kesempatan yang sama, Laratmase menyampaikan bahwa kepemimpinan Bupati Ricky Jauwerissa dan Wakil Bupati Juliana Chatarina Ratuanak merupakan representasi perubahan di Kabupaten Tanimbar. Ia menyebut keduanya memiliki rekam jejak yang jelas serta komitmen untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan daerah.
Ia juga menepis anggapan bahwa pemerintah daerah anti kritik. Menurutnya, kritik tetap dibutuhkan dalam sistem demokrasi, namun harus bersifat konstruktif dan berbasis fakta, bukan serangan personal atau opini yang tidak berdasar.
Laratmase mengingatkan, narasi yang tidak akurat berpotensi menciptakan instabilitas politik yang dapat menghambat pembangunan daerah. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga ruang publik agar tetap sehat dan produktif melalui diskursus yang sehat, bukan penyebaran disinformasi yang dapat memecah belah.
Dalam konteks pembangunan, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, terutama dalam menghadapi proyek strategis nasional seperti Blok Masela yang dinilainya menjadi peluang besar bagi kemajuan daerah. Menurutnya, konflik yang tidak produktif dapat membuat daerah kehilangan kesempatan.
Di akhir pernyataannya, Laratmase mengajak masyarakat mendukung arah pembangunan daerah dengan tetap kritis namun objektif. Ia menegaskan, visi “Tanimbar Maju” membutuhkan dukungan bersama dan menjadi tanggung jawab semua pihak.

